647F5F21FF8A94FEDFCF33E1A4118844 Dari Pagar Istana ke Dalam Istana: Said Iqbal Kini Penasihat Presiden, Apa Dampaknya bagi Jutaan Buruh? - yudhabjnugroho™

Header Ads

  • Breaking News

    Dari Pagar Istana ke Dalam Istana: Said Iqbal Kini Penasihat Presiden, Apa Dampaknya bagi Jutaan Buruh?

    Aksi demonstrasi buruh Indonesia dalam salah satu peringatan May Day. Kini pemimpin gerakan buruh Said Iqbal beralih strategi — dari jalanan ke ruang Istana setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan pada 8 Juni 2026. | Foto : Wikimedia Commons / [Zakaria.rizki] / CC BY-SA.

    YUDHABJNUGROHO™
     – Selama bertahun-tahun, Said Iqbal berdiri di luar pagar Istana — memimpin massa, mengepalkan tangan, menyuarakan tuntutan upah dan keadilan kerja. Kini pria yang sama itu duduk di dalam. Pada Senin, 8 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi melantiknya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh— jabatan setingkat menteri berdasarkan Perpres Nomor 137 Tahun 2024.

    Sebuah ironi sejarah — atau justru strategi paling cerdas yang pernah diambil gerakan buruh Indonesia?


    Siapa Said Iqbal dan Mengapa Prabowo Memilihnya?

    Said Iqbal bukan nama asing. Ketua Umum Partai Buruh dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini adalah wajah paling dikenal di balik aksi May Day yang selalu mengguncang Jakarta. Lahir di Jakarta, 5 Juli 1968, ia pernah menjadi buruh pabrik elektronik sebelum menapaki karier panjang sebagai aktivis pekerja.

    Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Prabowo memilihnya: rekam jejak Said yang panjang dalam memperjuangkan isu perburuhan dianggap bisa membangun komunikasi yang lebih cair antara pemerintah dan jutaan buruh Indonesia.

    "Secara esensi yang diharapkan adalah terjadi komunikasi yang jauh lebih cair," kata Prasetyo usai pelantikan di Kompleks Istana Kepresidenan.

    Pelantikan berdasarkan Keppres Nomor 58/P Tahun 2026 ini berlangsung bersamaan dengan pelantikan tiga pimpinan baru Badan Gizi Nasional — sinyal bahwa Prabowo ingin mengonsolidasi sejumlah isu panas sekaligus dalam satu hari.


    📌 Baca Juga: IHSG Terjun Bebas ke Level Terendah 5 Tahun, Sinyal Darurat atau Kepanikan Sesaat?


    Tiga Agenda Utama yang Dibawa ke Meja Presiden

    Usai prosesi sumpah jabatan, Said Iqbal tidak membuang waktu. Di hadapan wartawan, ia langsung merinci tiga fokus utama yang akan ia bawa ke meja Presiden:

    Pertama, kepastian kerja. Di tengah gelombang PHK yang terus membesar — data Kemnaker mencatat 15.425 orang terkena PHK hanya dalam periode Januari–April 2026, naik 84% dari kuartal sebelumnya — Said menyoroti pentingnya reindustrialisasi. Sektor tekstil, elektronik, plastik, otomotif, dan semen kini masuk zona merah.

    Kedua, upah layak. Said berjanji menyusun analisis kebijakan kenaikan upah beserta formula penghitungannya. "Mudah-mudahan sebelum demo lagi terjadi, kami akan buat analisis kebijakan berapa besaran kenaikan upah," tegasnya.

    Ketiga, penghapusan outsourcing. Said ingin mendorong agar revisi UU Ketenagakerjaan yang sedang bergulir memuat ketentuan pembatasan — bahkan penghapusan — sistem alih daya yang selama ini dinilai merugikan pekerja.


    📌 Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000: Siapa yang Menangis, Siapa yang Pesta?


    Antara Harapan dan Kekhawatiran: Apakah "Masuk Istana" Efektif?

    Langkah Said bukan tanpa kritik. Sebagian kalangan aktivis buruh mempertanyakan: apakah dengan masuk ke struktur kekuasaan, suara buruh justru akan lebih teredam — dinegosiasikan di balik pintu tertutup alih-alih diperjuangkan terbuka di jalanan?

    Said sendiri menjawab dengan tegas. "Kau boleh kaya, tapi jangan miskinkan kami," ujarnya — kalimat yang terdengar seperti gaung dari mimbar demo, kini diucapkan di halaman Istana Negara.

    Ia mengakui beberapa tuntutan buruh sudah diakomodasi Prabowo: pengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan regulasi tarif ojek online yang memberi 92% untuk pengemudi. Namun daftar pekerjaan rumahnya masih panjang — terutama saat rupiah tertekan, PHK melonjak, dan daya beli buruh terus tergerus inflasi.


    📌 Baca Juga: Korupsi MBG Terbongkar: Markup Motor Listrik hingga TV 75 Inci yang Mencuri Uang Rakyat


    Babak Baru, Ujian Nyata

    Pelantikan Said Iqbal adalah momen bersejarah — pertama kalinya seorang pemimpin serikat buruh garis depan menduduki posisi setingkat menteri di pemerintahan Indonesia. Berhasil atau tidaknya ia membawa perubahan nyata bagi jutaan pekerja akan menjadi tolok ukur paling jujur dari keberanian langkah ini.

    Satu hal yang pasti: bagi jutaan buruh di pabrik tekstil Karawang, kawasan industri Banten, dan zona manufaktur Jawa Tengah — mereka sedang mengawasi dengan seksama. Apakah suara mereka kini benar-benar sampai ke telinga presiden, atau hanya bergema di lorong istana tanpa ujung?.y©


    Tags ; Said Iqbal, Penasihat Presiden, Ketenagakerjaan, PHK, Buruh, Prabowo, KSPI, Partai Buruh, Upah Layak, Nasional, Politik

    Tidak ada komentar

    Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad