Header Ads

  • Breaking News

    Kursi Menkeu Guncang Istana: Budi Gunadi dan Chatib Basri Dipanggil Prabowo, Reshuffle Kembali Membayangi?

    Gedung Kementerian Keuangan RI di Jakarta, pusat kebijakan fiskal negara yang kini menjadi sorotan di tengah spekulasi pergantian menteri. | Foto : Wikimedia Commons / [Gunawan Kartapranata] / CC BY-SA.

    YUDHABJNUGROHO™
     – Dalam satu hari yang sama, dua nama besar di dunia ekonomi dan keuangan melangkah masuk ke Kompleks Istana Kepresidenan. Chatib Basri, ekonom senior sekaligus anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), tiba sekitar pukul 15.35 WIB. Berselang beberapa jam, giliran Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang merapat, dipanggil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 9 Juni 2026.

    Kehadiran keduanya di Istana bukan sekadar rutinitas biasa. Di tengah gejolak nilai tukar rupiah yang masih bergerak di atas Rp18.000 per dolar AS, nama Budi Gunadi dan Chatib Basri sudah lebih dulu beredar sebagai kandidat kuat pengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.


    📌 Baca Juga: Prabowo Panggil Luhut dan Chatib Basri ke Istana: Reshuffle Kabinet atau Darurat Ekonomi?


    Bantahan yang Justru Menguatkan Spekulasi

    Keduanya kompak membantah. Budi Gunadi merespons singkat saat dicecar wartawan. "Apa? Itu kan kata situ," ujarnya. Ia menegaskan dirinya masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Chatib Basri pun senada — menolak mengonfirmasi apapun, dan menyebut kedatangannya ke Istana bersama rombongan anggota DEN, bukan sebagai agenda pribadi.

    Namun bantahan itu justru memicu lebih banyak pertanyaan. Budi Gunadi — lulusan Fisika Nuklir ITB yang menapaki karier panjang di perbankan dan BUMN — dikenal sebagai teknokrat adaptif yang pernah memimpin Bank Mandiri dan menjabat Wakil Menteri BUMN. Chatib Basri adalah mantan Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah teruji mengelola fiskal di tengah tekanan global.

    Keduanya bukan nama sembarangan. Dan Istana tahu itu.


    Istana Bertahan, Pasar Mulai Bernapas

    Mensesneg Prasetyo Hadi sebelumnya tegas: "Tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan." Purbaya sendiri membantah isu mundur sejak awal Juni. Namun catatan reshuffle Prabowo bicara lain — sejak menjabat Oktober 2024, Presiden telah enam kali merombak kabinetnya. Posisi Menkeu pun bukan tak bersejarah: Sri Mulyani Indrawati digantikan Purbaya pada September 2025, hanya dalam setahun pertama pemerintahan.

    Yang menarik, pasar justru merespons positif ketika isu reshuffle mulai mereda. Ekonom STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mencatat IHSG dan rupiah menguat setelah penegasan bahwa rumor pergantian Menkeu tidak benar. Artinya: pasar membaca stabilitas kabinet sebagai sinyal kepercayaan fiskal, bukan sekadar urusan politik dalam negeri.


    📌 Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Menyusut ke USD144,9 Miliar – Alarm atau Aman?


    Reshuffle Bukan Hukuman, tapi Sinyal

    Pakar komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Syurya Muhammad Nur, menilai jika reshuffle benar-benar terjadi, langkah itu bukan lagi bisa diartikan sebagai hukuman politik semata. Di tengah tekanan rupiah dan capital outflow dari investor asing, Presiden membutuhkan figur yang tidak hanya cakap secara teknokratis, tetapi juga mampu menjadi komunikator kebijakan yang meyakinkan pasar.

    Pertanyaannya bukan lagi apakah reshuffle akan terjadi — melainkan kapan, dan nama siapa yang akhirnya dipilih Prabowo untuk menjaga kepercayaan fiskal Indonesia di saat paling kritis ini.


    📌 Baca Juga: Dolar Ekspor Batubara dan Sawit Wajib Parkir di Bank BUMN: Untung atau Buntung bagi Pengusaha?


    Tags ; Nasional, Reshuffle Kabinet, Menkeu Purbaya, Budi Gunadi Sadikin, Chatib Basri, Kabinet Merah Putih, Prabowo, Politik Indonesia, Ekonomi 

    Tidak ada komentar

    Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad