Ratusan Dapur MBG Mogok, BGN Ganti Kepala: Krisis Diam-Diam di Balik Program Makan Gratis Prabowo
![]() |
| Foto suasana distribusi program makan bergizi gratis di salah satu sekolah dasar. | Foto : Wikimedia Commons / [Meniirtjakarintan] / CC BY-SA. |
YUDHABJNUGROHO™ – Pada Minggu, 7 Juni 2026, sebuah unggahan di Threads mulai beredar luas. Pengguna @diyonputraandri mengunggah surat-surat resmi dari sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) — unit operasional yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. Isinya seragam: penghentian operasional sementara mulai Senin, 8 Juni 2026, akibat dana Bantuan Pemerintah (Banper) dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.
Dalam hitungan jam, unggahan itu viral.
Bukan Satu Dua Daerah
Yang membuat publik terkejut bukan sekadar satu SPPG yang mogok. Data yang terkumpul menunjukkan penghentian terjadi serempak di berbagai wilayah: Banten, Bogor, Lebak, Brebes, hingga Demak. Di Kabupaten Demak saja, koordinator BGN setempat mencatat 30 dapur MBG berhenti beroperasi pada hari yang sama. Kabupaten Brebes menyusul dengan 31 SPPG.
Akun media sosial resmi sejumlah dapur MBG juga ikut mengunggah pengumuman penghentian. Transparansi yang justru mempertegas skala masalahnya.
📌 Baca Juga: Istana Buka Suara Terkait Penolakan MBG di Papua, Ingatkan untuk Tidak Menghalangi Hak Penerima Manfaat Lainnya
Kepala BGN Lama Tersandung Korupsi, yang Baru Langsung Diuji
Di tengah kegaduhan itu, ada fakta lain yang tak kalah mengejutkan: kepala BGN baru saja diganti.
Prabowo melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru pada Senin, 8 Juni 2026 — tepat di hari yang sama ketika ratusan SPPG membekukan operasinya. Nanik menggantikan Dadan Hindayana, yang berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola MBG periode 2025–2026.
Nanik langsung buka suara: dana Banper diklaim sudah dicairkan sejak Jumat, 5 Juni 2026. Ia menyebut sebagian isu yang beredar adalah "hoaks." Namun di lapangan, ratusan SPPG masih menunggu.
BEM Unair Minta MBG Dihentikan
Tekanan dari kampus pun mulai terasa. BEM Universitas Airlangga (Unair) meluncurkan petisi yang mendesak pemerintah menghentikan program MBG dan mengalihkan anggarannya ke sektor yang dianggap lebih mendasar — pendidikan dan kesehatan. Petisi itu viral di media sosial, menambah tekanan publik terhadap program yang selama ini diklaim sebagai salah satu capaian utama pemerintahan Prabowo.
Tak berhenti di sana. Ribuan mahasiswa BEM UI dan kampus-kampus Jabodetabek juga menggelar aksi di Bundaran HI, membawa tuntutan serupa: hentikan MBG, turunkan harga bahan pokok.
Anggaran Rp268 Triliun, Tapi Dana Operasional Macet?
Ironi terbesar dari kasus ini ada di angkanya. Pemerintah mengalokasikan Rp268 triliun untuk MBG dalam APBN 2026 — turun dari Rp335 triliun yang ditetapkan sebelumnya. Jumlah yang masih luar biasa besar.
Namun di tingkat SPPG, dana operasional harian yang disebut Banper justru kerap terlambat. Kajian CELIOS sebelumnya sudah memperingatkan: jika biaya jasa operator diperhitungkan, hingga 66,7% anggaran MBG berpotensi tidak sampai ke penerima manfaat.
Kepala BGN baru, Nanik, mengakui BGN sedang melakukan moratorium penambahan dapur baru dan fokus pada efisiensi. Tapi efisiensi yang dilakukan di tengah dapur-dapur yang sudah ada pun masih mogok operasi — pertanyaannya: efisiensi untuk siapa?
📌 Baca Juga: 12 Tower Roboh, Sumut Gelap 4 Jam Sehari: PLN Bisa Apa?
Catatan Redaksi
Program MBG dirancang untuk menyentuh 61,96 juta penerima manfaat melalui 27.877 SPPG. Tapi ketika mesin penggeraknya — para mitra SPPG — menghentikan operasional karena tidak mendapat kepastian pembayaran, maka yang lapar bukan hanya anak-anak di sekolah. Kepercayaan publik terhadap program ini pun ikut kelaparan.
Pergantian kepala BGN di tengah krisis bukan sekadar rotasi birokrasi. Ini sinyal bahwa ada sesuatu yang lebih dalam sedang retak — dan rakyat yang menanggungnya duluan.y©
Tags ; Nasional, MBG, Makan Bergizi Gratis, BGN, SPPG, Prabowo, Program Sosial, Badan Gizi Nasional

Tidak ada komentar
Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.