647F5F21FF8A94FEDFCF33E1A4118844 Dadan Dicopot, MBG Dipertanyakan: Apa yang Sebenarnya Salah di Badan Gizi Nasional? - yudhabjnugroho™

Header Ads

  • Breaking News

    Dadan Dicopot, MBG Dipertanyakan: Apa yang Sebenarnya Salah di Badan Gizi Nasional?

    Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, lokasi pengumuman pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana oleh Mensesneg Prasetyo Hadi pada Selasa malam, 2 Juni 2026. | Foto: Wikimedia Commons / [Musnahterinjak] / CC BY-SA

    YUDHABJNUGROHO™
     – Selasa siang (2/6/2026), Presiden Prabowo Subianto masih terlihat duduk santai menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama siswa SMPN 111 Jakarta — didampingi Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

    Beberapa jam kemudian, malam itu juga, Dadan dicopot.

    Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan perombakan besar-besaran di tubuh BGN dari Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka. Bukan hanya Kepala BGN yang diganti — dua Wakil Kepala BGN, Brigjen Pol Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewijk Pusung, turut dicopot sekaligus.


    1,5 Tahun Evaluasi, Tiga Temuan Kritis

    Prabowo tidak mengambil keputusan ini dalam semalam. Prasetyo menegaskan bahwa pencopotan merupakan hasil pemantauan dan evaluasi selama hampir satu setengah tahun terhadap kinerja BGN dan pelaksanaan program MBG.

    Tiga catatan utama yang menjadi dasar pergantian:

    1. Pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) Disiplin dalam menjalankan SOP program MBG dinilai tidak konsisten. Ini bukan persoalan kecil — dalam program yang menyasar jutaan siswa, ibu hamil, dan kelompok rentan setiap hari, SOP adalah tulang punggung keselamatan pangan.

    2. Masalah Tata Kelola Organisasi Pengelolaan internal BGN mendapat sorotan serius. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta dengan pemerintah daerah dinilai belum berjalan optimal — padahal jaringan dapur dan distribusi MBG beroperasi hingga ke tingkat kabupaten/kota.

    3. Pengawasan Kualitas Makanan Ini yang paling sensitif secara publik. Kualitas menu yang disalurkan kepada penerima manfaat MBG disebut tidak selalu sesuai standar yang telah ditetapkan BGN sendiri. Di medsos, netizen pun ramai menyinggung isu "19 ribu sapi" yang sebelumnya sempat viral terkait program ini.


    Yang Ganjil: Bintang Jasa, Lalu Dicopot

    Ada ironi yang sulit diabaikan. Hanya empat bulan sebelum pencopotan ini, Prabowo justru menganugerahi Dadan Bintang Jasa Utama — penghargaan negara atas jasanya membangun fondasi BGN dan program MBG.

    Kini, orang yang sama dicopot dengan alasan pelanggaran SOP dan kualitas yang tidak terjaga.

    Pemerintah memang tidak merinci bentuk pelanggaran spesifik yang terjadi. Audit internal BGN disebut masih berlangsung, dan hasil evaluasi lengkap program MBG akan diumumkan kemudian. Ketidakterbukaan ini justru membuka ruang spekulasi yang lebih luas di publik.


    Nanik Deyang: Loyalis Gerindra di Kursi Strategis

    Pengganti Dadan bukan nama asing di lingkaran BGN. Nanik Sudaryati Deyang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi sejak September 2025.

    Yang menarik perhatian: rekam jejak politiknya. Nanik adalah loyalis Prabowo sejak Pilpres 2014 dan 2019, serta menjabat Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) — organisasi yang diinisiasi langsung oleh Prabowo.

    Penunjukan ini memunculkan pertanyaan wajar: apakah pergantian ini murni soal perbaikan kinerja, atau ada pertimbangan politik di balik rotasi pimpinan lembaga sepenting BGN?


    MBG Harus Tetap Jalan — Tapi dengan Standar yang Lebih Serius

    Program Makan Bergizi Gratis adalah salah satu janji kampanye terbesar Prabowo. Jutaan anak Indonesia bergantung pada program ini setiap hari sekolah. Pergantian pimpinan bisa menjadi momentum pembenahan — tapi hanya jika akar masalahnya diakui secara transparan, bukan sekadar ditutupi dengan perombakan struktural.

    Pertanyaan yang kini menggantung: apakah Nanik Deyang diberi mandat untuk benar-benar berbenah, atau sekadar mengelola citra?.y©


    📌 Baca Juga

    ·       Hasto PDIP Tuduh Jokowi Ubah Indonesia Jadi Negara Otoriter Populis: Sebuah Tuduhan, atau Pengakuan Terlambat?

    ·       Hari Lahir Pancasila 2026: Upacara Megah, Tapi Rupiah Ambruk dan Jalanan Tak Aman — Ironi yang Perlu Dijawab

    ·       Rupiah Nyaris Rp18.000: Geopolitik, Dividen, dan Pertaruhan BI yang Belum Tentu Menang


    Tags ; Nasional, Hukum, BGN, MBG, Makan Bergizi Gratis, Prabowo, Dadan Hindayana, Nanik Deyang, Kabinet

    Tidak ada komentar

    Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad