647F5F21FF8A94FEDFCF33E1A4118844 Sumatera Gelap Gulita: Di Balik Blackout Massal yang Mempermalukan PLN - yudhabjnugroho™

Header Ads

  • Breaking News

    Sumatera Gelap Gulita: Di Balik Blackout Massal yang Mempermalukan PLN

    Jaringan transmisi listrik tegangan tinggi — tulang punggung sistem kelistrikan Sumatera yang terbukti rapuh saat cuaca ekstrem melanda. | Foto: Wikimedia Commons / [Yafie Achmad Raihan] / CC BY-SA

    YUDHABJNUGROHO™
     – Jumat, 22 Mei 2026. Pukul 18.44 WIB. Tanpa peringatan, jutaan lampu di Sumatera padam serentak. Dari Aceh di ujung barat hingga Lampung di selatan — gelap gulita. Bukan mati lampu biasa. Ini blackout massal, salah satu yang terbesar dalam sejarah kelistrikan Sumatera.

    Total 13,1 juta pelanggan PLN terdampak dalam hitungan menit. Lampu lalu lintas mati, jaringan komunikasi tersendat, usaha tutup paksa, bahkan distribusi air bersih terganggu.


    Satu Titik, Efek Domino

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengakui biang keroknya: gangguan pada jalur transmisi SUTET 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi, diduga dipicu sambaran petir dan penebangan pohon di sekitar jalur transmisi.

    Satu jalur putus. Sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah terpisah. Frekuensi anjlok. Efek domino terjadi — pembangkit demi pembangkit ikut trip.

    Inilah kelemahan fatal sistem interkoneksi Sumatera: terlalu bergantung pada satu koridor transmisi. Ketika satu titik kritis terganggu, seluruh pulau bisa lumpuh.


    Pemulihan Lambat, Warga Marah

    Sumatera Selatan dan Bengkulu relatif cepat pulih. Tapi Aceh, Medan, dan sebagian Sumatera Utara bertahan dalam gelap lebih dari 19 jam. Bahkan hingga Minggu 24 Mei 2026, PLN Aceh masih menerapkan pemadaman bergilir.

    Per Sabtu pukul 10.00 WIB, baru 8,3 juta dari 13,1 juta pelanggan yang kembali menikmati listrik. Sisanya? Menunggu — dengan lilin dan baterai ponsel yang makin menipis.


    Infrastruktur Tua, Janji Lama

    Blackout ini bukan kejutan bagi para pengamat energi. Sistem transmisi Sumatera sudah lama disebut rentan — cadangan daya di Sumbagut hanya tipis, dan jalur transmisi utama minim redundansi.

    PLN meminta maaf. Tapi publik bertanya: kapan infrastruktur ini benar-benar diperkuat?.


    Baca Juga : Perpres Ojol Berlaku Juni 2026: Driver Wajib Dapat 92%, Tarif Promo Gojek & Grab Bisa Hilang?


    Tags ; blackout sumatera, listrik padam sumatera, PLN mati lampu, transmisi 275 kV, pesta babi, infrastruktur listrik indonesia

    Tidak ada komentar

    Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad