647F5F21FF8A94FEDFCF33E1A4118844 Perang Iran-Israel Bikin Dompetmu Terbakar: Harga BBM Naik 3 Kali, Ini yang Harus Kamu Tahu - yudhabjnugroho™

Header Ads

  • Breaking News

    Perang Iran-Israel Bikin Dompetmu Terbakar: Harga BBM Naik 3 Kali, Ini yang Harus Kamu Tahu

    Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia, diblokade Iran sejak 5 Maret 2026 — memicu lonjakan harga minyak global dan kenaikan BBM di Indonesia. | Foto: Wikimedia Commons / [David C. Lloyd] / CC BY-SA

    YUDHABJNUGROHO™
     – Kamu mungkin tidak berperang. Tapi kantong kamu ikut merasakannya.

    Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026, gelombang dampaknya menjalar jauh — menembus pom bensin di sudut-sudut kota Indonesia. Dalam kurang dari tiga bulan, harga BBM non-subsidi Pertamina sudah berubah tiga kali.


    Selat Hormuz: Ketika Jalur Minyak Dunia Tersumbat

    Iran tidak tinggal diam. Sebagai balasan, Iran menutup Selat Hormuz — urat nadi energi dunia — sejak 5 Maret 2026. Akibatnya, sekitar 320 kapal tanker terjebak, distribusi minyak global tersendat, dan harga minyak mentah melonjak hingga USD108 per barel.

    Selat Hormuz bukan sekadar jalur air biasa. Sekitar 98% minyak yang diperdagangkan dari kawasan Teluk Persia melewati selat ini — termasuk pasokan dari Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Ketika selat itu nyaris tertutup, Asia lah yang paling merasakan pukulannya.


    Indonesia Tak Bisa Mengelak

    Sebagai negara net importer minyak, Indonesia berada di garis depan tekanan ini. Harga Pertamax Turbo di Jakarta, misalnya, melonjak dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter — naik lebih dari 48% hanya dalam beberapa bulan. Dexlite dan Pertamina Dex mengikuti jejak serupa.

    Ekonom UGM, Muhammad Edhie Purnawan, mengingatkan: setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar satu dolar per barel berpotensi menambah beban APBN hingga Rp10,3 triliun — sebagian besar untuk subsidi energi. Dengan harga minyak yang kini bertengger di atas USD100 per barel, tekanan terhadap fiskal Indonesia makin nyata.

    Harga pangan pun tak luput. Biaya energi merambat ke seluruh rantai pasok, dari produksi pupuk, distribusi logistik, hingga harga sayur di pasar tradisional.


    Gencatan Senjata, tapi Blokade Belum Usai

    Kabar baiknya: gencatan senjata sudah diumumkan. Namun Iran masih memblokade Selat Hormuz, sementara AS terus berupaya membuka kembali jalur minyak itu melalui tekanan diplomatik dan militer.

    Selama blokade belum selesai, harga energi global — dan dompet kamu — akan terus berada dalam tekanan.

    Yang bisa kamu lakukan sekarang: kurangi penggunaan BBM non-subsidi jika memungkinkan, pertimbangkan kendaraan lebih efisien, dan pantau terus perkembangan geopolitik ini — karena setiap eskalasi baru di Timur Tengah, harga di SPBU ikut bergerak.


    Baca Juga : Perpres Ojol Berlaku Juni 2026: Driver Wajib Dapat 92%, Tarif Promo Gojek & Grab Bisa Hilang?


    Tags : perang Iran Israel, harga BBM naik 2026, Selat Hormuz, dampak ekonomi Indonesia, minyak dunia, Pertamina, geopolitik, energi nasional

    Tidak ada komentar

    Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad