Sebelum Gugur Ali Khamenei Pernah Beri Pesan Tegas: Jika Israel Merasa Menang dengan Membunuhku, Itu Kesalahan Besar

Menyoroti pernyataan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei sebelum gugur atas serangan AS dan Israel di Teheran. (Facebook.com/Mustapha)
YUDHABJNUGROHO™ – Sebagian masyarakat di platform media sosial saat ini sedang memfokuskan perhatian pada peristiwa meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan gabungan dari Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
Terbaru, pemerintah Iran juga menuduh AS dan Israel telah merencanakan pembunuhan Khamenei melalui serangan udara yang menghantam Teheran.
Dalam pengumuman resminya pada Senin, 2 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa serangan gabungan tersebut melanggar prinsip dan norma hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Tindakan teroris dari AS dan rezim Zionis yang berupaya melakukan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi dan pejabat tinggi lainnya melalui agresi militer yang merusak integritas wilayah dan kedaulatan nasional kami," demikian pernyataan dari Kemlu Iran.
"(Ini adalah) sebuah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seluruh prinsip dan norma yang diakui secara internasional," tambanya.
Menyusul peristiwa ini, wafatnya Khamenei akibat serangan dari AS-Israel telah menimbulkan kesedihan mendalam bagi sebagian orang, terutama di kalangan warga Iran.
Apalagi, Khamenei dikenal tidak hanya sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai sosok yang berhubungan erat dengan generasi muda di Iran.
Khamenei: Perang Ini Adalah untuk Pemuda Iran
Dalam sebuah unggahan di Instagram @fokloretive pada Senin, 2 Maret 2026, terdapat klip video yang menampilkan Khamenei saat memberikan pidato di hadapan publik Iran.
Khamenei juga merespons klaim dari AS-Israel yang menyatakan niat untuk membunuhnya terkait konflik yang terjadi dengan Iran.
"Saya sudah tua dan tubuh saya tidak lagi berharga. Dalam konflik ini, saya hanya mengamati dari kursi," kata Khamenei.
"Jika Israel percaya bahwa membunuhku akan membawa mereka kemenangan, itu adalah kesalahan besar mereka," tambahnya.
Dalam pesannya, Khamenei menegaskan bahwa pertempuran ini bukanlah tentang dirinya secara pribadi, melainkan tentang bangsa yang mempertahankan martabatnya.
"Perang ini dipimpin oleh pemuda Iran, dan mereka akan terus tak terbendung," jelas Khamenei.
"Bahkan jika aku terbunuh, Iran tidak akan terkena dampak. Iran teguh pada nilai-nilai moral. Iran bukan budak siapa pun di dunia ini," tegasnya.y©
Tidak ada komentar
Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.