Try Sutrisno Berpulang di Usia 90 Tahun, dari Dunia Militer, Wapres Ke-6 hingga Pengaruhnya dalam Politik di Tanah Air

Mengenang perjalanan karier Wapres ke-6 RI, Try Sutrisno yang kini telah wafat pada Senin, 2 Maret 2026. (Dok. BPIP RI)
YUDHABJNUGROHO™ – Wakil Presiden (Wapres) ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, dilaporkan meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada hari Senin, 2 Maret 2026.
Try Sutrisno dikabarkan telah meninggalkan dunia di usia 90 tahun, tepatnya pada pukul 06. 58 WIB, di rumah sakit tersebut.
Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengonfirmasi berita duka kematian Try Sutrisno.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun, saya ingin menyampaikan rasa duka cita atas wafatnya Bapak Try Sutrisno," ungkap Sigit dalam pernyataan resmi pada hari yang sama.
"Semoga almarhum mendapatkan akhir yang baik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," tambahnya.
Kepergian sosok militer dan negarawan dari negara ini meninggalkan kesedihan yang mendalam.
Sebagai bentuk penghormatan, berikut adalah uraian mengenai profil serta perjalanan karier Try Sutrisno.
Sosok Purnawirawan Jenderal TNI dan Wapres ke-6
Bagi yang belum mengetahui, Try Sutrisno adalah pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada 15 November 1935.
Ia adalah seorang purnawirawan Jenderal TNI Angkatan Darat yang menjabat sebagai Wapres ke-6 Republik Indonesia dari tahun 1993 hingga 1998.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa ia berasal dari keluarga biasa dan telah menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap dunia militer sejak masa muda.
Kariernya yang cemerlang di TNI dan politik menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia.
Perjalanan Menjadi Kepala Staf Angkatan Darat
Try Sutrisno memulai karier militernya dengan berpartisipasi dalam penumpasan pemberontakan PRRI, yang menjadi langkah awal yang signifikan dalam perjalanan kariernya.
Dalam karier militernya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Udayana pada tahun 1978 dan Panglima Kodam IV/Sriwijaya pada tahun 1979.
Ia juga diangkat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada tahun 1985 dan menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 1986 hingga 1988.
Sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, Try Sutrisno mendirikan Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI-AD, yang menunjukkan dedikasinya terhadap kesejahteraan prajurit.
Masa kepemimpinannya sebagai Panglima ABRI ditandai dengan penanganan berbagai masalah keamanan, termasuk penanganan Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) di Aceh pada tahun 1989.
Pengaruhnya dalam Politik di Tanah Air
Pada tahun 1993, Try Sutrisno diangkat sebagai Wapres ke-6 RI untuk mendampingi Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Jabatan tersebut berlangsung hingga tahun 1998, di mana ia memperoleh pengalaman berharga sebagai ajudan Presiden Soeharto selama empat tahun sebelumnya.
Setelah menjabat sebagai Wapres, Try Sutrisno terpilih sebagai Ketua Pepabri dari tahun 1998 hingga 2003.
Ia sukses menyatukan berbagai cabang angkatan bersenjata dalam satu organisasi, yang menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai orang tua di Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP).y©
Tidak ada komentar
Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.