Belum Lama Diresmikan, Viral Warga Huntara di Kecamatan Palembayan Sumbar Bagikan Momen Air Masuk Kawasan Permukiman - yudhabjnugroho™

Header Ads

  • Breaking News

    Belum Lama Diresmikan, Viral Warga Huntara di Kecamatan Palembayan Sumbar Bagikan Momen Air Masuk Kawasan Permukiman

    Air banjir di kawasan huntara di Kecamatan Palembayan, Agam. (Instagram/rommi_delfiano)

    YUDHABJNUGROHO
      Intensitas hujan yang sangat tinggi masih menjadi masalah bagi penduduk di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. 

     

    Curah hujan yang melanda daerah ini memaksa masyarakat untuk tetap siaga terhadap kemungkinan terjadinya banjir, meskipun saat ini mereka sudah tinggal di hunian sementara (Huntara). 

     

    Hal ini terlihat pada para penyintas yang terdampak banjir bandang dan longsor pada November 2025, yang sekarang sudah menetap di huntara, di mana sejumlah rumah terlihat tergenang air. 

     

    Air Berwarna Coklat Masuki Rumah Warga

     

    Beredar luas di media sosial terkait kondisi huntara di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, di mana warga berusaha mencegah air merembes masuk ke dalam rumah. 

     

    Kondisi banjir di hunian sementara itu dilaporkan terjadi pada sore hari, 31 Januari 2026, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. 

     

    “Galodo (banjir) air hujan telah merembes ke dalam rumah warga di huntara. Banjir,” ungkap seseorang yang merekam video tersebut dan dibagikan oleh akun Instagram @rommi_delfiano pada Sabtu, 31 Januari 2026. 

     

    Dalam video itu, beberapa warga terlihat sedang menggali jalan untuk membantu penyerapan air. 

     

    Di samping itu, sejumlah warga juga tampak menyedot air yang masuk ke dalam rumah untuk dikeluarkan. 

     

    Video tersebut pun menarik perhatian banyak pengguna internet, yang mengomentari sistem saluran air di area huntara. 

     

    Beberapa komentar seperti, “Perlu ada evaluasi terkait penempatan lokasi huntara,” tulis akun @sr*e. 

     

    “Semoga tidak sampai terendam lagi,” tulis akun @nmea. 

     

    Huntara Baru Saja Diresmikan

     

    Lebih lanjut, huntara itu baru saja diresmikan agar para penyintas dapat menempati rumah setelah banjir besar yang terjadi di akhir November 2025. 

     

    Diketahui salah satu yang hadir dalam peresmian huntara tersebut adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada 24 Januari 2026. 

     

    Saat itu, Tito menyatakan bahwa huntara diperuntukkan bagi penyintas yang rumahnya mengalami kerusakan. 

     

    Dengan demikian, warga yang sebelumnya mengungsi kini dapat memiliki tempat tinggal sementara untuk melanjutkan hidup. 

     

    Upaya Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Agam, Sumatera Barat

     

    Terkait bantuan bagi warga yang terdampak oleh banjir bandang dan longsor di akhir November 2025, pemerintah melakukan berbagai langkah. 

     

    Seperti memberikan bantuan uang sebesar Rp15 juta untuk rumah yang rusak ringan, sebesar Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan penyediaan hunian tetap atau huntap untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah atau hilang. 

     

    Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan bantuan berupa uang untuk perabotan senilai Rp3 juta, stimulan untuk perekonomian sebesar Rp5 juta, dan bantuan makanan senilai Rp15 ribu per orang.y©

    Tidak ada komentar

    Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad