Setelah Bundaran HI Membara: Tersangka Molotov, Gelombang Demo Lanjutan, dan Prabowo yang Masih Bungkam
![]() |
| Aksi mahasiswa di Jakarta — suara yang lahir dari data, bukan hasutan. | Foto : Wikimedia Commons / [David Wadie] / CC BY-SA. |
Ribuan mahasiswa sudah turun ke jalan. Satu bom Molotov ditemukan, pelakunya ditangkap. Tapi pemerintah masih bergeming. Apakah aksi 12 Juni hanya pemanasan? Dan siapa sebenarnya yang berdiri di balik provokasi di tengah gerakan mahasiswa yang diklaim damai ini?
Bukan Sekadar Demo Biasa
YUDHABJNUGROHO™ - Jumat, 12 Juni 2026. Lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menyerbu Bundaran HI dengan satu tagline yang menggetarkan: "Indonesia Menuju Bangkrut." Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama puluhan aliansi kampus membawa lima tuntutan keras kepada Presiden Prabowo Subianto — mulai dari penghentian pemborosan APBN, penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, pembubaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisme di ranah sipil, hingga desakan agar Prabowo mengakui kesalahannya secara terbuka.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menyebutnya bukan sekadar perbedaan politik. "Ini soal siapa yang benar-benar dirugikan — dan jawabannya: semua rakyat Indonesia," tegasnya sebelum aksi dimulai.
📌 Baca Juga: Reshuffle Jilid VI Mengintai: 10 Kementerian Masuk Radar Prabowo, Siapa yang Paling Terancam?
Molotov di Tengah Massa: Provokasi atau Spontanitas?
Di balik lautan mahasiswa yang disebut damai, polisi menemukan dan mengamankan seorang pembawa bom Molotov. Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Temuan ini langsung memantik pertanyaan besar: apakah aksi mahasiswa yang diklaim murni dan non-destruktif ini disusupi oleh pihak luar yang ingin membelokkan narasi?
Pertanyaan itu belum terjawab. Yang pasti, penangkapan tersangka Molotov justru memperkuat kecurigaan publik — bukan memadamkannya. Dalam sejarah gerakan mahasiswa Indonesia, kehadiran provokator di lapangan bukan hal baru. Dan pola ini selalu berulang di setiap momen yang mengancam stabilitas kekuasaan.
📌 Baca Juga: Pertamax Melonjak 32 Persen, BI Rate Terancam Naik: Kelas Menengah Indonesia Dihimpit dari Dua Sisi
Gelombang Kedua Sudah Mendekat
Aksi 12 Juni bukan titik akhir. BEM Universitas Bung Karno (UBK) mengumumkan demonstrasi susulan bertema "Tata Ulang Indonesia" yang digelar tepat di depan Istana Negara. Tuntutan mereka bahkan lebih luas: meninjau ulang UU Polri, menghentikan militerisme, dan meminta evaluasi total atas program-program unggulan pemerintah yang dinilai membebani APBN.
Satu sinyal sudah jelas — gerakan ini tidak akan redup dengan sendirinya. Setiap hari yang berlalu tanpa respons konkret dari Prabowo adalah bahan bakar baru bagi mahasiswa untuk kembali turun.
📌 Baca Juga: Viral! Koperasi Desa Merah Putih Dibangun di Depan Kuburan, Ini Faktanya
Pemerintah: Menghargai Aspirasi, Tapi Tak Ada Janji
Merespons gelombang aksi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi hanya menyatakan bahwa pemerintah "menghargai aspirasi" mahasiswa dan menegaskan bahwa persoalan ekonomi tidak mudah diatasi karena "dipengaruhi oleh banyak faktor." Jawaban yang tidak mengejutkan — dan tidak memuaskan siapa pun.
Di sisi lain, BBM nonsubsidi jenis Pertamax sudah naik lebih dari 30 persen per 10 Juni 2026. Harga kebutuhan pokok terus merayap. Lapangan kerja makin sempit. Sementara program-program bernilai triliunan rupiah terus berjalan tanpa audit publik yang transparan.
Catatan Redaksi
Demo mahasiswa datang dan pergi. Tapi yang berbeda dari gelombang kali ini adalah kejelasan tuntutan dan keberanian menyebut nama. Bukan sistem yang abstrak yang dikritik, melainkan kebijakan konkret dan orang yang menandatanganinya.
Pertanyaan yang lebih penting bukan "kapan demo ini selesai?" — melainkan "apa yang harus terjadi agar demo ini tidak perlu ada?" Selama jawabannya terus ditunda, jalan raya akan selalu lebih ramai dari ruang sidang.
Apakah kamu termasuk yang diam, atau yang masih peduli?.y©
Tags ; Nasional, demo mahasiswa, BEM UI, Indonesia bangkrut, MBG, Prabowo, molotov, aksi mahasiswa 2026
.webp)
Tidak ada komentar
Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.