Viral "Sel Sultan" di Lapas Cilegon: AC, Kasur Empuk, dan HP — Ini Fakta vs Klaimnya
YUDHABJNUGROHO™ – Sebuah video berdurasi 30 detik mengguncang jagat media sosial Indonesia pekan ini. Isinya: ruangan di dalam lapas yang tampak jauh dari kesan sempit dan pengap. Publik marah. DPR angkat bicara. Dan pihak lapas pun memberikan klarifikasi. Lalu, mana yang benar?
Apa yang Ada dalam Video Viral Itu?
Dalam video tersebut, terlihat para narapidana tidur di atas kasur empuk dan bebas menggunakan telepon genggam. Di dalam ruangan juga tampak fasilitas seperti kipas angin, lemari, hingga pendingin ruangan — jauh dari gambaran sel penjara pada umumnya. Video ini disertai narasi bertuliskan "heboh dugaan fasilitas mewah dan penggunaan handphone di Lapas Cilegon" dan langsung menyebar luas.
Respons DPR: Ada Dugaan Gratifikasi
Anggota Komisi III DPR, Abdullah, menyatakan apabila keberadaan sel mewah tersebut benar, maka ada potensi pidana serius seperti dugaan tindak pidana korupsi dan gratifikasi yang diterima oknum pegawai lapas dari warga binaan. Ia juga mengingatkan agar lapas tidak dipersepsikan sebagai ruang lahirnya privilese dan transaksi ilegal yang merusak kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Klarifikasi Ditjenpas dan Pihak Lapas
Kasubdit Kerjasama Ditjenpas, Rika Aprianti, menegaskan informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi yang ada di Lapas Cilegon, dan memastikan semua warga binaan mendapatkan fasilitas yang sama. Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, menyatakan pihaknya telah melakukan penggeledahan dan tidak menemukan adanya kamar mewah. Seluruh fasilitas dan layanan dipastikan berjalan sesuai ketentuan dan prinsip kesetaraan pemasyarakatan.
Data Pelanggaran di Lapas yang Perlu Dicermati
Data Dirjen Pemasyarakatan mencatat, pada triwulan pertama 2026 ada 27 pelanggaran berat yang dilakukan petugas pemasyarakatan, dan hampir 50 persen di antaranya berkaitan dengan narkoba. Angka ini menjadi alarm yang tak bisa diabaikan, terlepas dari apakah video itu benar atau tidak.
Kasus ini masih terus berkembang. Yang pasti, pertanyaan soal keadilan di balik jeruji besi kembali mengemuka — dan publik berhak mendapat jawaban yang transparan.y©
Baca Juga : Solar Subsidi Langka 2026: Kuota Sudah Jebol, Harga Tembus Rp17.000/Liter — Siapa yang Salah?
Tags ; BI Rate naik, suku bunga 2026, dampak KPR, cicilan kredit, rupiah melemah, Bank Indonesia, ekonomi Indonesia, inflasi 2026

Tidak ada komentar
Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.