Rupiah Nyaris Rp17.700 per Dolar — Harga Barang Naik, PHK Mengintai, Dompet Kita Aman? - yudhabjnugroho™

Header Ads

  • Breaking News

    Rupiah Nyaris Rp17.700 per Dolar — Harga Barang Naik, PHK Mengintai, Dompet Kita Aman?

    Petugas menghitung uang rupiah dan dolar AS di gerai penukaran valuta asing. Nilai tukar rupiah kini mendekati level Rp17.700 per dolar AS, terlemah dalam sejarah Indonesia. (Sumber: Magnific / Public Domain)

    YUDHABJNUGROHO™
     – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut "orang desa tidak pakai dolar" saat merespons pelemahan rupiah sontak memantik kontroversi. Faktanya, data berbicara lain.

    Rupiah kini bergerak di kisaran Rp17.500–Rp17.700 per dolar AS — nilai terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Sementara pengamat ekonomi memperingatkan bahwa jika tren ini terus berlanjut, rupiah berpotensi menembus Rp18.000 sebelum akhir Mei 2026.

     

    Kenapa Rupiah Bisa Selemah Ini?

    Ada dua faktor utama yang menekan rupiah secara bersamaan. Dari luar, ketegangan geopolitik di Timur Tengah — terutama ancaman Iran atas Selat Hormuz — mendorong harga minyak dunia naik dan menguatkan dolar AS. Dari dalam, kebijakan pemerintah yang dinilai kurang transparan oleh pelaku pasar turut memperlemah kepercayaan investor, mendorong modal keluar dari Indonesia.

    Rupiah bahkan menjadi mata uang dengan depresiasi terdalam di Asia Tenggara sepanjang 2026 — melemah sekitar 5 persen secara year-to-date, jauh lebih dalam dibanding baht Thailand maupun peso Filipina.

     

    Dampaknya Terasa Sampai Warung dan Desa

    Inilah fakta yang luput dari pernyataan pemerintah: sekitar 70 persen bahan baku manufaktur Indonesia masih diimpor. Artinya, pelemahan rupiah otomatis menaikkan biaya produksi — dan ujungnya, harga jual ke konsumen.

    Beberapa dampak yang sudah atau akan segera dirasakan masyarakat:

    ·       Sembako naik — gandum, kedelai (tahu-tempe), dan daging sapi impor lebih mahal

    ·       Elektronik dan gadget — komponen chip dan layar dibayar pakai dolar

    ·       Tiket pesawat — avtur dan sewa pesawat dihitung dalam dolar AS

    ·       Biaya umrah — hotel dan transportasi di Arab Saudi memakai mata uang asing

    ·       PHK mengintai — sejak Januari–April 2026, sudah 40.000 buruh sektor manufaktur terkena PHK

    Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira memperingatkan: dampak pelemahan rupiah akan menjalar hingga ke desa, menekan harga LPG, pupuk, hingga kendaraan bermotor yang semuanya bergantung pada komponen impor.

     

    Menkeu Tenang, Pengamat Tidak

    Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan mengimbau investor tidak panik. Namun pengamat pasar modal Hans Kwee mengingatkan bahwa kelas menengah ke bawah — yang mendominasi struktur sosial Indonesia — adalah kelompok paling rentan. Begitu terkena PHK, mereka bisa langsung jatuh ke garis kemiskinan.

    Pertumbuhan ekonomi 5,61 persen di kuartal I-2026 ternyata tidak cukup untuk menahan tekanan kurs. Angka bagus di atas kertas belum tentu terasa di meja makan.

     

     

    Tags ; rupiah melemah 2026, kurs dolar rupiah, PHK 2026, dampak rupiah melemah, IHSG, ekonomi Indonesia, inflasi, daya beli masyarakat

    Tidak ada komentar

    Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad