Kronologi Skandal Riset Palsu WNI di Denmark: Data AI, Identitas Palsu, dan Travel Grant Gratis
YUDHABJNUGROHO™ – Seorang perempuan berdiri di podium konferensi ilmiah bergengsi di Kopenhagen. Ia mempresentasikan temuan riset yang tampak impresi. Tapi ada yang ganjil — penampilan dan identitasnya tampak berbeda dari satu sesi ke sesi lain.
Itulah titik awal terbongkarnya skandal yang kini mengguncang dunia akademik Indonesia.
Bermula dari Satu Unggahan di Threads
Kasus ini pertama kali mencuat setelah dosen dan peneliti Departemen Ilmu Kelautan Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika, mengunggah rangkaian temuan melalui akun Threads pribadinya pada Senin (25/5/2026).
Dalam unggahannya, Mandhara mengungkap dugaan yang berlapis: data penelitian palsu yang disebut dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan atau AI, demi memperoleh travel grant untuk menghadiri konferensi internasional tersebut. "Datanya palsu di-generate AI, gambar dan tulisannya juga," ungkapnya.
Satu unggahan itu cukup untuk membakar linimasa.
Siapa Pelakunya dan Apa yang Mereka Lakukan?
Nama-nama yang disebut dan diduga lakukan pemalsuan itu di antaranya Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti.
Kelompok periset yang dipimpin oleh Rivaldy Fajar dan Prihantini tersebut diketahui mengirimkan 19 judul abstrak penelitian bombastis mengenai vaksin. Abstrak-abstrak itu digunakan sebagai syarat untuk memperoleh travel grant — dana perjalanan resmi dari panitia konferensi untuk presenter terpilih.
Modusnya sistematis. Para terduga disebut berganti-ganti identitas, merekayasa data menggunakan kecerdasan buatan (AI), hingga mencantumkan nama anggota keluarga sebagai co-peneliti. Lebih jauh lagi, lembaga yang dicatut sebagai identitas pembuat riset pun tidak bisa ditemukan. Kelompok ini menggunakan nama AI-BioMedicine Research Group, IMCDS-BioMed Research Foundation di Jakarta — yang nampaknya merupakan lembaga fiktif.
Bukan Pertama Kali
Yang lebih mengejutkan: ini bukan debutnya. Peneliti BRIN Oki Hidayat menyebut bahwa Rifaldy Fajar dan Prihantini diduga melakukan hal yang sama di konferensi Asian Raptor Research and Conservation Network di Taiwan pada April 2025. Delegasi Indonesia yang hadir — termasuk peneliti dari IPB, Universitas Udayana, dan Raptor Indonesia — terkejut menemukan abstrak penelitian bertopik burung raptor yang nama penulisnya sama sekali tidak dikenal.
Selama lebih dari setahun, modus ini berjalan tanpa hambatan — melintasi Taiwan hingga Kopenhagen.
Reaksi: DPR, ITB, hingga LPDP
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan bahwa praktik manipulasi data, pemalsuan identitas akademik, hingga penggunaan AI untuk riset palsu merupakan pelanggaran serius yang dapat merusak reputasi Indonesia di mata dunia.
ITB dan LPDP langsung bergerak memberi pernyataan. ITB mengonfirmasi Prihantini sebagai alumni Program Magister Matematika FMIPA angkatan 2020, namun Dekan FMIPA menegaskan bahwa materi yang dipresentasikan tidak berkaitan dengan tesis maupun aktivitas akademik di ITB. LPDP pun membenarkan status Prihantini sebagai alumni penerima beasiswa, sekaligus menyatakan tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran dalam aktivitas ilmiah.
Celah Sistem yang Dieksploitasi
Skandal ini bukan sekadar soal oknum. Sistem seleksi abstrak di banyak konferensi internasional bergantung pada kepercayaan dan tidak dirancang untuk mendeteksi fabrikasi data secara aktif. Ketika celah itu dieksploitasi secara sistematis — dengan identitas palsu, lembaga fiktif, dan data buatan AI — dampaknya bukan hanya pada reputasi individu, melainkan pada persepsi global terhadap seluruh komunitas riset Indonesia.
Kasus ini adalah peringatan keras. Bukan hanya bagi pelakunya — tapi bagi seluruh ekosistem riset nasional yang kini harus membuktikan ulang kredibilitasnya di mata dunia.
Baca Juga : Ganti Jilbab, Ganti Nama, Palsukan Data: Kronologi Skandal Riset WNI di Denmark yang Mempermalukan Indonesia
Tags ; Riset Palsu, WNI Denmark, ISPPD 2026, Prihantini, Rifaldy Fajar, LPDP, AI, Integritas Akademik, Viral

Tidak ada komentar
Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.