647F5F21FF8A94FEDFCF33E1A4118844 9 WNI Ditahan Israel di Laut Mediterania: Jurnalis Kirim Video SOS, Ini Kronologi Lengkapnya - yudhabjnugroho™

Header Ads

  • Breaking News

    9 WNI Ditahan Israel di Laut Mediterania: Jurnalis Kirim Video SOS, Ini Kronologi Lengkapnya

    Armada Global Sumud Flotilla 2026 terdiri dari lebih dari 54 kapal sipil yang diberangkatkan dari Marmaris, Turki, membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. (Sumber: Wikimedia Commons / Public Domain)

    YUDHABJNUGROHO™
     – Dunia dikejutkan oleh insiden dramatis di perairan internasional Mediterania Timur. Sembilan warga negara Indonesia (WNI) — sebagian besar jurnalis — kini berada dalam penahanan militer Israel setelah kapal misi kemanusiaan mereka dicegat di tengah laut. Salah satu dari mereka sempat merekam video perpisahan sebelum kontak terputus total.


    Apa Itu Global Sumud Flotilla?

    Misi kemanusiaan ini melibatkan hampir 500 aktivis dari 45 negara yang berlayar menggunakan lebih dari 50 kapal sipil yang diberangkatkan dari Pelabuhan Marmaris, Turki, menuju Jalur Gaza — membawa bantuan berupa makanan, susu formula bayi, dan perlengkapan medis. 


    Kronologi Pencegatan

    Tepat setelah pukul 10.30 waktu Siprus pada Senin, 18 Mei 2026, pasukan komando Israel yang mengenakan perlengkapan taktis lengkap menaiki kapal-kapal dalam armada tersebut. Armada dicegat di perairan internasional sekitar 250 mil laut dari Gaza. Siaran langsung yang tengah berjalan mendadak terputus begitu pasukan Israel menguasai kapal. 

    Rekaman yang tersebar menampilkan para aktivis mengenakan jaket pelampung dan mengangkat tangan saat kapal-kapal militer Israel mendekat. 


    Siapa Saja 9 WNI yang Terlibat?

    Sembilan WNI yang ikut dalam misi ini adalah Thoudy Badai, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo, Andi Angga, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto, As'ad Aras, Rahendro Herubowo, dan Bambang Noroyono. 

    Lima dari mereka dikonfirmasi ditahan — empat berprofesi jurnalis dari Republika, Tempo, dan iNews, serta satu aktivis dari Rumah Zakat. Empat lainnya masih berlayar di atas kapal yang berhasil lolos dari kepungan. 


    Pesan SOS yang Viral

    Jurnalis Tempo Andre Prasetyo sempat merekam sebuah video darurat sebelum kapalnya diintersep. Dalam video yang kemudian viral di media sosial itu, ia meminta masyarakat menyebarluaskan videonya agar mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Sesaat setelah video itu dikirim, ponselnya tidak lagi bisa dihubungi. 


    Respons Pemerintah Indonesia

    Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan militer Israel dan mendesak pembebasan seluruh kapal serta awak misi kemanusiaan yang ditahan, sesuai hukum humaniter internasional. 

    Sebagai langkah antisipasi, Kemlu telah berkoordinasi dengan KBRI di Turki, Mesir, Italia, dan Yordania untuk bersiaga penuh, termasuk menyiapkan penerbitan paspor darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan. 


    Kasus ini masih berkembang. Pemerintah Indonesia menegaskan perlindungan WNI tetap jadi prioritas utama. Pantau terus perkembangan terbaru dari sumber resmi Kemlu RI.

    Baca Juga : Rehabilitasi Hutan Dengan Seedball, Si Bola Benih Mungil

     

     

    Tags ; WNI ditahan Israel, Flotilla Gaza, jurnalis Indonesia, Global Sumud Flotilla, Kemenlu RI, Gaza 2026, misi kemanusiaan, Tempo Republika iNews

    Tidak ada komentar

    Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad