Soal Pertemuan Direksi Lewat Main Golf di Kasus Korupsi Minyak, Ahok Ngaku Dulu Ogah Ikut-ikutan
![]() |
| Menyoroti pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Instagram.com/@basukibtp - Dok. Pertamina Patra Niaga) |
YUDHABJNUGROHO – Sebagian orang di Indonesia saat ini tengah memperhatikan pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau yang akrab disapa Ahok, yang menyatakan bahwa bermain golf adalah cara negosiasi yang paling terjangkau dan baik untuk kesehatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahok ketika ia bersaksi dalam kasus korupsi terkait pengelolaan minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada hari Selasa, 27 Januari 2026.
Bagi yang tidak tahu, ada sembilan orang yang terdakwa dalam kasus ini, termasuk Riva Siahaan yang merupakan mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.
Sebagai saksi dalam sidang korupsi tersebut, Ahok mengungkapkan bahwa ia harus belajar bermain golf ketika bergabung dengan Pertamina.
Pada awalnya, mantan Komisaris Utama Pertamina itu ditanya oleh jaksa mengenai pengawasan Dewan Komisaris terhadap perilaku jajaran direksi di perusahaan.
“Baik, satu pertanyaan lagi dari saya, mungkin rekan-rekan bisa menambahkan. Dewan Komisaris juga memantau soal etika perilaku pribadi dari direksi, bukan? ” tanya jaksa.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ahok mengiyakan.
“Benar,” jawabnya.
Soal Pertemuan Direksi Lewat Main Golf
Dalam persidangan, jaksa menanyakan pendapat Ahok tentang adanya pertemuan direksi dengan pihak lain saat bermain golf.
“Dari sudut pandang komisaris di masa jabatan Anda, tentang pertemuan-pertemuan golf bersama direksi, bagaimana? " tanya jaksa.
“Misalnya, jika ada pihak-pihak lain yang berkepentingan, bagaimana pendapat Dewan Komisaris tentang proses pengadaan itu? ” lanjutnya.
Mengenai hal tersebut, Ahok mengungkapkan bahwa ia dulunya sangat tidak suka bermain golf dan bahkan melarang pegawai Pemprov DKI untuk bermain golf saat menjabat sebagai gubernur.
“Ini agak pribadi, saya dulu sangat benci bermain golf, Pak. Saya melarang semua orang di pemerintah daerah untuk bermain golf karena kami harus bekerja lebih keras,” kata Ahok.
Namun, ia menyadari bahwa hampir semua orang di industri minyak justru bermain golf. Ia mengakui bahwa ia terpaksa belajar golf ketika bergabung dengan Pertamina.
“Ketika saya bergabung dengan Pertamina, saya baru tahu bahwa semua orang dari industri minyak, baik dari Amerika seperti Chevron maupun Exxon, selalu mengajak untuk bermain golf,” jelasnya.
“Saya merasa malu, Pak, untuk tidak bisa memukul bola, jadi saya terpaksa belajar golf agar bisa bersosialisasi dengan mereka,” tambah Ahok.
Ahok: Negosiasi di Golf itu Murah dan Sehat
Dalam kasus ini, Ahok juga mengatakan bahwa kegiatan bermain golf adalah cara negosiasi yang paling murah dan baik untuk kesehatan.
Mantan Gubernur DKI tersebut menyatakan bahwa bernegosiasi di lapangan golf lebih hemat dibandingkan di klub malam.
“Misalnya, saat saya bernegosiasi dengan Exxon untuk meminta saham, itu bisa dilakukan di lapangan golf yang jauh lebih murah daripada di tempat hiburan malam,” ungkap Ahok.
“Saya rasa golf adalah tempat negosiasi yang paling sehat dan terjangkau, bisa jalan-jalan sambil bercengkerama, dan biaya untuk bermain sangat murah. Itulah sebabnya saya belajar golf,” lanjutnya.
Ceritakan Nasihat Terdakwa Saat Main Golf
Ahok juga menyatakan bahwa mereka seringkali saling mengisi saat bermain golf.
Hingga kini, makna pernyataan tersebut masih belum jelas.
“Kami di lapangan golf sering saling mengisi juga, Pak, ini bukan judi, hanya apresiasi,” jelasnya.
“Jadi, di lapangan golf Bapak bisa menemukan hal-hal yang mungkin agak berisiko,” lanjut Ahok.
Di sisi lain, ia juga bercerita tentang nasihat yang pernah diberikan oleh terdakwa Riva Siahaan ketika mereka bermain golf bersama.
“Saya masih ingat nasihat dari Pak Riva kepada saya,” kata Ahok.
Dia (Riva) berkata seperti ini, 'Istri saya hanya berpesan, Pak, ketika bermain golf, jangan lihat caddy-nya ya,' katanya, 'Nanti bisa bahaya,' itu saja, Pak," tegasnya.
Bagi yang belum mengetahui, seorang caddy golf adalah individu yang membantu pegolf dengan membawa dan mengatur peralatan golf.
Secara umum, caddy golf memberikan saran tentang kondisi lapangan, membantu pemain dalam merencanakan strategi, dan merekomendasikan peralatan yang sesuai untuk digunakan dalam berbagai situasi.
Hingga saat ini, ada dua hal yang dianggap menjadi inti masalah dalam kasus ini, yaitu berkaitan dengan impor produk dari kilang atau bahan bakar minyak dan terkait penjualan solar yang tidak disubsidi.y©

No comments
Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.