Mengapa Aku Harus Masuk Pesantren ? - yudhabjnugroho™

Header Ads

  • Breaking News

    Mengapa Aku Harus Masuk Pesantren ?

    Pendidikan Agama

    Pendidikan merupakan sesuatu yang penting untuk saat ini, sangat mudah untuk mencari banyak sekolah unggulan di berbagai pelosok daerah. Entah itu swasta maupun negeri semuanya menawarkan program yang menarik untuk usia pelajar. Namun, tanpa disadari kita hanya melihat pendidikan dari sisi keilmuan duniawi saja, saintis, social bahkan kejuruan, tapi kita tidak melihat dari sisi spiritual atau ilmu agama. Memang di sekolah – sekolah tentunya diajarkan tentang pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianut siswanya, Tapi apakah cukup?.

    Melihat kondisi pemuda usia produktif sekolah, nampaknya pendidikan agama di sekolah belum cukup untuk mengontrol kehidupan berperilaku mereka. Ah, itukan Cuma mencari jati diri saja, adakalanya mereka sadar, celetukan ini seakan menjadi pembelaan diri bagi orang tua atau siapapun yang menganggap perbuatan tersebut wajar, tapi apakan yang berkata seperti ini juga berlaku saat anak – anak nya atau saudaranya meninggal dunia karena sudah terlambat over dosis narkoba? Kecelakaan motor dijalan?

         style="display:block; text-align:center;"
         data-ad-layout="in-article"
         data-ad-format="fluid"
         data-ad-client="ca-pub-3030644623537642"
         data-ad-slot="6345313352">




    Image Buruk

           Masyarakat umum cenderung memandang pesantren sebagai tempat pendidikan bagi orang nakal, atau bahkan image sekarang yang sedang memandang miring pendidikan islami, malah beranggapan sarang teroris, astagfirullah. Padahal anggapan tersebut hanya berasal dari oknum atau berasal dari katanya – katanyaobrolan orang – orang sekitar. Image buruk ini ditambah pula dengan pemberitaan di televisi yang cenderung mengarahkan pada islam ekstrimis, yang suka berbuat onar, tidak pancasilais, merusak kerukunan umat, dan sebagainya.
           Pemberitaan media yang seperti itulah yang saat ini mengaburkan citra pesantren di mata masyarakat. Pendidikan keagamaan seakan menjadi momok menakutkan dan dikhawatirkan menjerumus ke arah yang menyimpang. Padahal jika ditilik kebelakang,para tokoh pendiri bangsa ini banyak yang berasal dari kalangan ulama, santri, bahkan guru.

    Kehidupan yang Teratur

           Selain pendidikan agama yang diutamakan, kehidupan berasrama yang menjadi nilai tambah dari kehidupan pesantren secara tidak langsung mengajarkan hidup majemuk dengan bersosialisai dan bertemu teman dari berbagai ras, suku dan latar belakang, sehingga mereka dapat belajar menghargai dan menerima perbedaan. Kehidupan yang teratur juga memberi pembiasaan bagi santri, bangun pagi, belajar bersama, jam makan, jam mandi, ibadah, bersih – bersih dan lainnya.
          
         style="display:block; text-align:center;"
         data-ad-layout="in-article"
         data-ad-format="fluid"
         data-ad-client="ca-pub-3030644623537642"
         data-ad-slot="6345313352">

           Kesimpulannya janganlah terlalu memandang sebelah mata mengenai kehidupan pendidikan pesantren, yang malah berasal dari omongan orang. Pemberitaan media, tidak sepenuhnya benar, juga tidak sepenuhnya salah, maka kita juga harus pandai menyaring dan memilih informasi yang memang berguna atau bahkan percuma.

    No comments

    Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad