Dasco Ungkap Danantara Masuk ke Perusahaan Ojol, Sebut Bakal Ada Penyesuaian Kebijakan : Pastikan Potongan Aplikator Ojol Turun jadi 8 Persen

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad ungkap ada penurunan potongan biaya aplikator ojol. (YouTube/DPR RI)
YUDHABJNUGROHO™ – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa terdapat penurunan tarif yang dikenakan oleh perusahaan ojek online.
Pernyataan ini disampaikan Dasco dalam pertemuan dengan perwakilan serikat pekerja di Kompleks DPR, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh 2026 yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026.
Selain mengenai biaya dari aplikator, Dasco juga menanggapi seruan untuk mengubah status pengemudi ojol dari mitra menjadi karyawan.
Kebijakan Potongan Aplikator
Dasco menjelaskan bahwa saat ini pemerintah telah mulai terlibat dengan perusahaan aplikator, sehingga kebijakan akan diubah secara bertahap.
"Aplikator sebagian sudah diambil alih oleh pemerintah, oleh karena itu kebijakan dan lainnya akan disesuaikan dengan pasti namun perlahan, karena ini berhubungan dengan sistem dan lain-lain," ungkap Dasco di hadapan para buruh di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa langkah awal yang diambil adalah penurunan biaya yang dipungut oleh aplikator menjadi 8 persen.
"Langkah pertama yang dilakukan adalah mengurangi biaya yang diambil oleh aplikator. Sebelumnya 20 atau 10 persen, sekarang aplikator hanya akan mengambil sebesar 8 persen dari total pendapatan," tambahnya.
Status Hubungan Kerja Pengemudi Ojol
Sebelumnya, perwakilan dari Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menyampaikan permintaan agar pemerintah mengubah status pengemudi ojol dari mitra menjadi karyawan tetap.
"Kami di serikat buruh secara umum sepakat agar pemerintah menetapkan status pengemudi menjadi pekerja tetap, bukan mitra. Sebab, mitra menurut pengertian kami selama ini masih ditentukan sepihak oleh pihak aplikator," kata perwakilan aliansi Gebrak saat pertemuan.
Dasco kemudian memberi tanggapan bahwa saat ini masih dalam proses simulasi dan pengkajian.
Namun, ia memastikan bahwa sudah ada diskusi yang dilakukan dan mengundang organisasi ojol untuk ikut serta.
"Pembahasan apakah mereka menjadi pekerja atau tetap mitra masih dalam tahap simulasi," jelas Dasco.
"Nantinya, organisasi-organisasi dari para pengemudi ojol juga akan diajak berdiskusi, dan pemerintah melalui Danantara sudah mulai terlibat dalam aplikator dengan mengambil bagian saham," tambahnya.y©
Tidak ada komentar
Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.