Lebih dari 2 Bulan Harus Bayar Rp20 Ribu Tiap Naik Getek, Jembatan Apung yang Dibuat TNI di Aceh Utara Hampir Rampung

Jembatan apung di Kecamatan Sawang, Aceh Utara hampir rampung usai lebih dari 2 bulan pascabanjir. (Instagram/rully_xabian)
YUDHABJNUGROHO™ – Jembatan apung yang menghubungkan Desa Sawang dengan beberapa desa lainnya di Aceh Utara segera selesai pembangunannya.
Proyek jembatan apung ini dikerjakan oleh sekitar 30 anggota Yonzipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya bersama Kodim 0103/Aceh Utara, serta bekerja sama dengan Babinsa dari Koramil 19/Sawang.
“Alhamdulillah, progress pekerjaannya hampir rampung. Saat ini, masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi, karena untuk menyeberang menggunakan perahu getek mereka harus membayar Rp20 ribu,” kata dokter dan relawan, Dokter Lee, dalam unggahan Instagramnya, @rully_xabian pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Dalam dua bulan terakhir setelah banjir, warga terpaksa menggunakan perahu getek atau rakit untuk menyeberang.
Selain untuk menyeberangkan orang-orang, getek juga digunakan untuk mengangkut sepeda motor.
Pembangunan Jembatan Terkendala Medan dan Material
TNI menyatakan terdapat beberapa tantangan dalam proses pembangunan jembatan apung tersebut.
“Di daerah Sawang, medan yang ada sangat sulit. Sungainya besar-besar dan luas. Oleh karena itu, perencanaan khusus diperlukan,” ucap Danyonzipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho.
“Dari sisi bahan baku, beberapa material tidak tersedia di sini, kami perlu mencarinya di Medan,” tambahnya.
Jembatan Sementara Sebelum Jembatan Permanen
Dalam sebuah video, tampak jembatan apung dibangun dari kumpulan drum, yang di atasnya dilapisi papan kayu sebagai jalan utama.
Saat salah satu pengguna media sosial mempertanyakan keawetan jembatan tersebut untuk warga, Dokter Lee menyatakan bahwa itu hanya akan berfungsi sementara.
Jembatan apung ini akan dipakai sampai jembatan permanen selesai dibangun.
“Sebagai informasi, ini hanyalah jembatan darurat yang membantu masyarakat agar lebih mudah beraktivitas, jembatan utama masih dalam proses pembangunan,” jelasnya.
“Informasi dari tim ahli pasukan, ketika air meluap akibat banjir, jembatan akan ikut terangkat seiring dengan naiknya debit air,” tambahnya.
Akses Jalan yang Sempat Terputus
Jalur penyeberangan di Kecamatan Sawang menuju beberapa desa hanya dapat dilakukan dengan getek.
Getek yang ada hanya bisa beroperasi jika aliran air tenang, tetapi ketika arus deras, warga harus menunggu.
Sementara itu, Aceh Utara saat ini sudah memasuki masa transisi dari status darurat menuju pemulihan, yang berlaku selama tiga bulan, mulai 1 Februari hingga 30 April 2026.
Keputusan ini diambil dalam sebuah rapat koordinasi antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pihak terkait pada 31 Januari 2026 lalu.y©
Tidak ada komentar
Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.