Di Tengah Evakuasi Korban Longsor Cisarua, Ada Abah sang Pawang Hujan dengan Ritualnya untuk Merayu Langit Biar Cerah - yudhabjnugroho™

Header Ads

  • Breaking News

    Di Tengah Evakuasi Korban Longsor Cisarua, Ada Abah sang Pawang Hujan dengan Ritualnya untuk Merayu Langit Biar Cerah

    Menyoroti proses evakuasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada hari ke-5 pencarian korban. (Instagram.com/@infobandungbarat)

    YUDHABJNUGROHO
     – Proses pencarian dan evakuasi para korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah memasuki hari kelima sejak terjadinya bencana pada Sabtu, 24 Januari 2026. 

     

    Sebelumnya, pada hari keempat pencarian di lokasi longsor Cisarua, tim SAR yang bekerja mengalami gangguan akibat hujan deras yang mengguyur area tersebut. 

     

    Akibatnya, evakuasi terpaksa dihentikan sementara untuk menjamin keselamatan para petugas di lapangan. 

     

    Di tengah hujan yang lebat, seorang pawang hujan yang dikenal dengan sebutan Abah terlihat mendekati salah satu timbunan tanah. 

     

    Dalam potongan video Instagram @infobandungbarat pada Rabu, 28 Januari 2026, Abah terlihat melakukan ritual yang bernuansa kearifan lokal berdasarkan pengetahuan dan pandangannya. 

     

    Dalam video tersebut, Abah memutar tongkatnya di atas kepalanya. 

     

    Beberapa botol air mineral tampak berada di sekelilingnya, lalu air tersebut disiramkan ke tanah. 

     

    "Kun Fayakun, Bismillah. Lihat, langsung berhenti," ungkap Abah di lokasi bencana longsor. 

     

    Peristiwa tersebut segera menarik perhatian warganet, yang kemudian mendoakan agar proses evakuasi korban di Cisarua berjalan dengan baik. 

     

    "Ini bukan hanya soal kepercayaan, tapi yang pasti doa terbaik untuk para korban yang belum ditemukan," kata warganet lewat akun @aderoyani. 

     

    "Alhamdulillah, semangat untuk tim SAR dalam mencari para korban longsor di Cisarua," tulis warganet lainnya di akun @widyardika. 

     

    Sehubungan dengan proses evakuasi, DVI Polri hingga saat ini telah menerima 50 kantong berisi jenazah korban longsor di Cisarua. 

     

    115 Jiwa Terdampak, 2000 Personel Dikerahkan

     

    Secara terpisah, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan jumlah warga yang terdampak, yang awalnya 34 KK dengan 133 jiwa, kini menjadi 35 KK dengan total 155 jiwa. 

     

    Dari total tersebut, 75 orang berhasil selamat sementara 80 lainnya masih dalam pencarian. 

     

    "Pagi ini saya mendapatkan informasi terbaru bahwa 27 jenazah telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga," ungkap Syafi'i di hadapan wartawan di Gedung DPR, Jakarta, pada Selasa, 27 Januari 2026. 

     

    Syafi'i juga menyampaikan bahwa pencarian masih berlangsung dengan kehadiran 2. 000 personel gabungan yang ditugaskan di lapangan. 

     

    Namun, untuk sementara waktu, mereka hanya menerjunkan 250 petugas setelah mempertimbangkan kondisi di lokasi. 

     

    Saat ini, fokus pencarian tetap diarahkan ke titik pemukiman warga yang menjadi lokasi terkuburnya 35 KK akibat longsor.y©

    No comments

    Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad