Kemdikbud Kaji Model Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021 - yudhabjnugroho™

Header Ads

  • Breaking News

    Kemdikbud Kaji Model Pembelajaran Tahun Ajaran Baru 2020/2021


    TEMPO.COJakarta - Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Evy Mulyani, mengatakan model pembelajaran di tahun ajaran baru 2020/2021 masih dikaji. “Kemendikbud terus mengkaji dan menganalisis yang komprehensif dan akuntabel, juga koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” kata Evy diskusi di akun Youtube BNPB, Selasa, 9 Juni 2020.
    Ilustrasi anak-anak sekolah mengenakan masker saat belajar.(Sumber : https://statik.tempo.co/data/2020/05/30/id_941743/941743_720.jpg)

    Tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dimulai pada pekan ketiga Juli 2020. Namun, hal ini tidak berarti kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka. Sebab, model pembelajarannya akan tergantung kondisi pandemi. “Kami mengutamakan kesehatan dan keselamatan insan pendidikan.”

         style="display:block; text-align:center;"
         data-ad-layout="in-article"
         data-ad-format="fluid"
         data-ad-client="ca-pub-3030644623537642"
         data-ad-slot="6345313352">

    Evy mengaku sudah memiliki alternatif untuk model pembelajaran jarah jauh, seperti melalui televisi, radio, dan modul mandiri dengan kerja sama antara guru dan orang tua.
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelumnya memutuskan bahwa kalender pendidikan dimulai pada Juli dan berakhir pada Juni tahun berikutnya. Nadiem Makarim mengatakan telah menyiapkan berbagai skenario mengenai permulaan tahun ajaran baru 2020/2021.

         style="display:block; text-align:center;"
         data-ad-layout="in-article"
         data-ad-format="fluid"
         data-ad-client="ca-pub-3030644623537642"
         data-ad-slot="6345313352">

    Keputusan itu ditentang dari masyarakat. Bahkan, pada Mei lalu, ada yang membuat petisi online meminta Presiden Joko Widodo dan Mendikbud Nadiem Makarim untuk menunda tahun ajaran baru. Petisi itu diinisiasi seseorang bernama Hana Handoko lewat laman petisi online Change.org. Ia menilai tidak aman untuk membuka kembali lingkungan sekolah ditengah pandemi Covid-19.

    Reporter: Friski Riana
    Editor:  Endri Kurniawati

        -----------------
        Schrijver.
        Copyright. ©. 2020. Yudha BJ Nugroho. All Right Reserved.
        Subscribe.

    No comments

    Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad